When
(Ketika)
Part.
6
Oeh: Rendy Prasetyo
“Ayo
lah Rey cerita sama gue, sahabat lo, siapa tau dengan lo cerita ke gue, lo baka
bisal jauh lebih tenang”, bujuk Tamma dengan penasaran. “gue nggak apa apa tam”
jawab Rey dengan wajah memelas, “ alah jangan boong lo, gue tau lo, kita udah
temenan hampir 3 tahun, kalo lo lagi mesti ada apa, nggak mungkin kalo nggak
ada apa-apa”,tanya Tamma, Rey pun hanya terdian membisu tanpa kata, dengan
penasaran Tamma tetap kembali bertanya pada Rey,”jangan diem aja Rey gue tau lo
ada masalah, tadi aja pas gue tanya lo Cuma jawab sedikit lemes pula jawabnya,
terus pas tadi di kelas ada kuis lo gue perhatiin Cuma diem lesu gitu, cerita
lah ke gue?”, paksa Tamma. Dengan menarik nafas panjang akhirnya Rey pun
bercerita kepada Tamma, “oke gue coba cerita sama lo tam, lo udah tau kan
cerita tentang hubungan antara gue, Reska dan Sovia....?”.”iya iya gue ngerti
terus terus kenpa?” potong Tamma. “bentar gue cerita dulu jangan main lo
potong” balas Rey. “sorry sorry gue penasaran sih Rey, lanjut deh”, kata Tamma.
Dan akhirnya Rey pun melanjutkan ceritanya kepada Tamma, “ gini Tam, gue merasa
sangat bodoh dan menyesal gara-gara hubungan yang gue jslsnii antara gue,
Reska, dan Sovia, secara singkatnya ketika gue sedang serius sama sovia dan
ingin melanjutkan hubungan serius dengannya, gue masih merasa ragu karna jarak
kita yang terlalu jauh Tam, jogja ke tangerang itu lebih jauh dari jogja ke
jakarta, gue masih takut Tam hubungan jarak jauh, gue masih keinget tentang hubungan
gue sama Tania yang nggak bisa berlanjut karena jarak kita Tam” jelas Rey. “terus
terus gimana lagi Rey?” tanya Tama dengan wajah yang serius dan penasaran. “pernah
sovia nanya soal kepastian hubungan gue dengannya , dan gue bilang gue belom
siap untuk hubungan jarak jauh lagi,selain karna itu, gue juga sebenernya lagi
deket sama cewe yang tinggal di jogja namanya sekar” jelas Rey. “jadi di saat
lo lagi deket sama sovia lo deketin cewe lain juga gitu? Parah lo Rey”, saut Tamma
dengan terkejut, Rey pun memotong tanggapan dari Tamma “ bukan gitu Tam, tapi
gue d kenalin temen gue, gue lanjutin ceritanya deh, dan ketika gue melepas
sovia yang benar benar sayang sama gue dan lebih memilih reska untuk gue
kerjar, ternyata reska udah di milikin sama cowo lain dan pada akhirnya, gue
kehilangan mereka berdua, nggak ada saru pun yang gue dapetin Tam, gue ngerasa
sangat bodoh melepas seorang wanita yag tulus bener bener sayang sama gue dan
malah memilih jalan yang salah untuk mengejar ketidak pastian”, kata Rey sambil
memelas dan bersedih. “Rey dengan semua kejadian yang lo dapatkan, nggak
seharusnya lo sedih berkelanjutan, lo masih punya kehidupan yang harus lo
jalanin, kehidupan lo bukan berakir d sini seiring dengan kisah cinta lo, lo
boleh sedih, kecewa, menyesal, atau apa lah itu tapi jangan sampai lo “tenggelam
di dalam itu semua”, kalo lo udah tenggelam lo nggak akan bisa apa apa selain
menunggu “kematian”, tegas Tama sambil menepuk pundak Rey.”maksud lo apa Tam?”
tanya Rey Dengan muka yang masih memelas. “maksud gue , lo boleh sedih tapi
jangan berkelanjuta, kalo lo terus terusan begini yang ada lo cuma merusak
tubuh lo dan hari hari di kehidupan lo, lo haus bangkit Rey!” jawab Tamma
dengan tegas. Namun Rey masih tampak memelas, “tapi gue masih sedih dan
terpukul Tam” jelas Rey. Tama pun dengan serius meyakinkan Rey agar bisa
bangkit kembali, “ gue tau perasaan lo pasti sakit banget saat ini, tapi
percaya sama gue setiap rasa sakit pasti akan ada obatnya suatu saat nanti,
kalo lo sakit dan terluka karna cinta, ya obat lo itu juga cinta Rey” tegas
Tama. Rey pun hanya terdiam dan memandang mata Tamma. Dan Tamma terus melanjutkan
nasihatnya, “gue yakin orang baik kaya lo pasti akan dapet wanitawanita yang
baik juga Rey, tapi nggak dengan cara diem, merenung dan terus menyesal kaya
gini Rey, lo harus bangkit dan berdiri, jadiin semua penyesalan lo itu menjadi
pembelajaran buat lo, masih banyak yang sayang sama lo Rey contohnya, nyokap,
gue, sahabat-sahabat lo, temen-temen lo, dan lainnya Rey, gue harap lo bisa
pahamin ini rey”, kata Tamma sambil menepuk pundak rey lagi, dan Rey pun
terlihat lembaik dengan ekspresi wajah yang tidak kaku dan lesu lagi, Tamma pun
tersenyum melihat Rey mulai memahami nasihat darinya. Melihat Rey mulai berpikir Tamma pun mengajak
Rey untuk pergi, “haha muka lo lucu Rey kalo sok mikir gitu ! udah jangan di
pikirn lagi kisah lo itu,nanti cepet mati lo, kalo lo mati gue ntar nggk punya
temen unik nan blo’on kaya lo lagi Rey, dah yok pergi ke warung sami asih laper
gue,ntar gue bayarin deh lo?”ajak Tamma sambil bercanda dan menarik Rey dari
tempat duduknya. Rey pun mulai tersenyum mendengar banyolan dari Tamma dan ikut
pergi bersama Tamma.
(TO BE CONTINUED)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar