When (Ketika)
Part. 4
Oleh: Rendy Prasetyo
Sebulan setelah Sovia meninggalkan kota
Yogyakarta, hubungan komunikasi antara Rey dan Sovia hanya melalu telpon, sms
ataupun melalui jejaring social saja. Walaupun mereka baru saja bertemu dan
jarak harus memisahkan mereka, hubungan Rey dan Sovia pun semakin hari semakin
dekat layaknya seorang sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta. Teman teman
Rey maupun Sovia mengira mereka sudah berpacaran. Namu ketika hubungan Rey dan
Sovia semakin dekat, ujian pun tiba. Suatu hari ketika Rey sedang pergi ke sebuah
mall, tanpa di sengaja Rey bertemu dengan Bowo,
teman satu kampusnya, yang sedang berjalan bersama dengan wanita cantik.
Rey pun menyapa dan bertanya pada Bowo dengan berbisik, “wis Bowo tumben banget
kamu jalan ke mal Wo? Ngapain kamu?” “nggak Rey cuma lagi mau refreshing aja
sekalian beli kemeja ni buat kulah” jawab Bowo sambil menunjukan kantong
belanjaan yang dia bawa, “tumben banget kamu Wo refreshing ke mall, biasanya
juga main tanah di sawah, haha” ejek Reno, “sialan kamu re, di kira aku bebek
kali ya?” jawab Bowo. Dengan spontan Reno bertanya dengan berbisik sambil
menarik bahu Bowo “ Wo itu siapa cewe cantik di sampingmu?”, Bowopun menjawab
dengan berbisik juga “oh dia itu temen sekelasku Rey banyak yang suka tu di
kelasku, anak anak di kampus juga anyak yang suka, soalnya dia jutek terus
cantik juga, jadi bikin cowo-cowo pada penasaran Rey, kaya kamu sekarang gini”,
“BAH ! sejak kapan lo punya temen cantik kaya gini kenapa nggak kenalin ke gue
?!” tega Freno sambil memukul kening
Bowo, “hahaha oh iya sampe lupa aku kenalin ke kamu Rey”, jawab Bowo, Rey pun
hanya melihat wajah bowo dengan alis mata yang menurun, “Res kenalin ni temenku
satu kampus juga sama kita tapi beda jurusan” panggil Bowo, dan Bowo pun
memperkenalkan temannya kepada Rey. Rey pun memperkenalkan diri lebih dulu “hey
namaku Rey Adinata Soedibyo, panggil aja Rey”, “aku Reska Yunia Wicaksono,
pamggil Reska aja”, Reska pun memperkenalkan dirinya juga sambil tersenyum. “Rey
kita balik dulu ya? Aku harus nganter si Reska pulang dulu ni, aku juga ada
janji sama temenku udah telat ni” potong Bowo dengan muka yang panik, “oke deh
Wo, ati ati di jalan jagain Reska tu hehehe” canda Rey sambil menepuk pundak
Bowo. setelah perkenalan itu ketika mereka mau berpisah untuk pulang, Rey lupa
untuk meminta seuatu kepada Reska, dan akhirnya Rey pun berbalik memberanikan
diri mengejar Bowo dan Reska yang sudah beranjak pergi, namun pengejaran Rey
pun tidak sia-sia dan berhasil mengejar Bowo dan Reska. “Reska tunggu” teriak
Rey dari jauh, Reska pun menegok ke arah belakang “oh kamu Rey ada apa?” tanya
Reska “....... huft, gini Res aku mau minta akun Twittermu, aku lupa tadi”
jawab Rey dengan terengah-engah, “buat
apa memang Rey?” tanya Reska, “hmm hmm buat saling kontakan aja sih” jawab Rey
dengan terbata-bata sambil menggaruk-garuk kepala, dan Reska tanpa banyak omong
memberikan akun twitternya kepada Rey, dan merekapun akhirnya berpisah.
Sampai
di rumah, Rey langsung menyalakan komputernya dan mencari akun twitter milik
Reska, “NAH ! dapet juga akhirnya !” sambut Rey dengan riang, dan akhirnya Rey
mencoba dan menyapa Reska melalui twitter, dan ternyata Reska langsung merespon
sapaan dari Rey, Rey merasa sangat senang walaupun respon Reska sangat
“dingin”, namun tanpa menyerah Rey terus melanjutkan obrolan mereka, walaupun
Reska hanya mebalas dengan singkat obrolan dari Rey, setiap hari Rey tidak lupa
untuk mengirimkan pesan ke akun twitter Reska. Suatu hari Rey memberanikan diri
untuk meminta nomer telpon Reska melalui twitternya, dan tanpa disangka oleh
Rey, ternyata Reska memberikan nomernya kepada Rey. Setelah Rey mendapatkan
nomer telpon Reska, Rey melanjutkan berbincang dengan Reska dengan menelponnya
“halo, apa benar ini Reska”, tanya Rey di telpon dengan tangan yang bergetar
saat menelpon Reska, “iya ini siapa ya?”, dengan semangatnya Reypun menjawab,
“hey Reska ini aku Rey temennya bowo waktu itu ketemu kamu di mall”, “oh iya,
kenapa ya?? “ jawab Reska dengan respon yang seperti biasa “sangat dingin dan
cuek”.”nggak papa kok Res, aku Cuma mau nyapa kamu aja, skalian nanya abar kamu
aja, kan lama nggak ketemu hehe” ceplos Rey, “oh, aku baik kok, eh Rey udah
dulu ya? Aku lagi di kilometer 0 malioboro ni sama temen-temenku ni, udah dulu
ya teponnya” jawab Reska dengan sedikit malas menerima telpon dari Rey, Rey pun
dengan percaya dirinya menjawab “oke nggak papa Reska, nanti aku tel....”
“tut...tut...tut” belum selesai berbicara telpon Reypun sudah di tutup reskap. “kedinginan”
dan “ke cuekan sifat Reska tidak mebuat Rey menyerah dan membuat nyali Rey
“menciut”, namun malah membuat Rey semakin penasaran dan semangat untuk
mendekati Reska.
(TO
BE CONTINUED)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar