Senin, 25 Februari 2013

When (Ketika)
Part. 4
Oleh: Rendy Prasetyo

       Sebulan setelah Sovia meninggalkan kota Yogyakarta, hubungan komunikasi antara Rey dan Sovia hanya melalu telpon, sms ataupun melalui jejaring social saja. Walaupun mereka baru saja bertemu dan jarak harus memisahkan mereka, hubungan Rey dan Sovia pun semakin hari semakin dekat layaknya seorang sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta. Teman teman Rey maupun Sovia mengira mereka sudah berpacaran. Namu ketika hubungan Rey dan Sovia semakin dekat, ujian pun tiba. Suatu hari ketika Rey sedang pergi ke sebuah mall, tanpa di sengaja Rey bertemu dengan Bowo,  teman satu kampusnya, yang sedang berjalan bersama dengan wanita cantik. Rey pun menyapa dan bertanya pada Bowo dengan berbisik, “wis Bowo tumben banget kamu jalan ke mal Wo? Ngapain kamu?” “nggak Rey cuma lagi mau refreshing aja sekalian beli kemeja ni buat kulah” jawab Bowo sambil menunjukan kantong belanjaan yang dia bawa, “tumben banget kamu Wo refreshing ke mall, biasanya juga main tanah di sawah, haha” ejek Reno, “sialan kamu re, di kira aku bebek kali ya?” jawab Bowo. Dengan spontan Reno bertanya dengan berbisik sambil menarik bahu Bowo “ Wo itu siapa cewe cantik di sampingmu?”, Bowopun menjawab dengan berbisik juga “oh dia itu temen sekelasku Rey banyak yang suka tu di kelasku, anak anak di kampus juga anyak yang suka, soalnya dia jutek terus cantik juga, jadi bikin cowo-cowo pada penasaran Rey, kaya kamu sekarang gini”, “BAH ! sejak kapan lo punya temen cantik kaya gini kenapa nggak kenalin ke gue ?!”  tega Freno sambil memukul kening Bowo, “hahaha oh iya sampe lupa aku kenalin ke kamu Rey”, jawab Bowo, Rey pun hanya melihat wajah bowo dengan alis mata yang menurun, “Res kenalin ni temenku satu kampus juga sama kita tapi beda jurusan” panggil Bowo, dan Bowo pun memperkenalkan temannya kepada Rey. Rey pun memperkenalkan diri lebih dulu “hey namaku Rey Adinata Soedibyo, panggil aja Rey”, “aku Reska Yunia Wicaksono, pamggil Reska aja”, Reska pun memperkenalkan dirinya juga sambil tersenyum. “Rey kita balik dulu ya? Aku harus nganter si Reska pulang dulu ni, aku juga ada janji sama temenku udah telat ni” potong Bowo dengan muka yang panik, “oke deh Wo, ati ati di jalan jagain Reska tu hehehe” canda Rey sambil menepuk pundak Bowo. setelah perkenalan itu ketika mereka mau berpisah untuk pulang, Rey lupa untuk meminta seuatu kepada Reska, dan akhirnya Rey pun berbalik memberanikan diri mengejar Bowo dan Reska yang sudah beranjak pergi, namun pengejaran Rey pun tidak sia-sia dan berhasil mengejar Bowo dan Reska. “Reska tunggu” teriak Rey dari jauh, Reska pun menegok ke arah belakang “oh kamu Rey ada apa?” tanya Reska “....... huft, gini Res aku mau minta akun Twittermu, aku lupa tadi” jawab Rey dengan  terengah-engah, “buat apa memang Rey?” tanya Reska, “hmm hmm buat saling kontakan aja sih” jawab Rey dengan terbata-bata sambil menggaruk-garuk kepala, dan Reska tanpa banyak omong memberikan akun twitternya kepada Rey, dan merekapun akhirnya berpisah. 
      Sampai di rumah, Rey langsung menyalakan komputernya dan mencari akun twitter milik Reska, “NAH ! dapet juga akhirnya !” sambut Rey dengan riang, dan akhirnya Rey mencoba dan menyapa Reska melalui twitter, dan ternyata Reska langsung merespon sapaan dari Rey, Rey merasa sangat senang walaupun respon Reska sangat “dingin”, namun tanpa menyerah Rey terus melanjutkan obrolan mereka, walaupun Reska hanya mebalas dengan singkat obrolan dari Rey, setiap hari Rey tidak lupa untuk mengirimkan pesan ke akun twitter Reska. Suatu hari Rey memberanikan diri untuk meminta nomer telpon Reska melalui twitternya, dan tanpa disangka oleh Rey, ternyata Reska memberikan nomernya kepada Rey. Setelah Rey mendapatkan nomer telpon Reska, Rey melanjutkan berbincang dengan Reska dengan menelponnya “halo, apa benar ini Reska”, tanya Rey di telpon dengan tangan yang bergetar saat menelpon Reska, “iya ini siapa ya?”, dengan semangatnya Reypun menjawab, “hey Reska ini aku Rey temennya bowo waktu itu ketemu kamu di mall”, “oh iya, kenapa ya?? “ jawab Reska dengan respon yang seperti biasa “sangat dingin dan cuek”.”nggak papa kok Res, aku Cuma mau nyapa kamu aja, skalian nanya abar kamu aja, kan lama nggak ketemu hehe” ceplos Rey, “oh, aku baik kok, eh Rey udah dulu ya? Aku lagi di kilometer 0 malioboro ni sama temen-temenku ni, udah dulu ya teponnya” jawab Reska dengan sedikit malas menerima telpon dari Rey, Rey pun dengan percaya dirinya menjawab “oke nggak papa Reska, nanti aku tel....” “tut...tut...tut” belum selesai berbicara telpon  Reypun sudah di tutup reskap. “kedinginan” dan “ke cuekan sifat Reska tidak mebuat Rey menyerah dan membuat nyali Rey “menciut”, namun malah membuat Rey semakin penasaran dan semangat untuk mendekati Reska.

(TO BE CONTINUED) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar