When (Ketika)
Part. 3
Oleh: Rendy Prasetyo
Suatu ketika saat Rey sedang makan malam di sebuah café
sendirian, dia melihat seorang gadis manis di seberang meja nya yang sedang
makan sendirian juga, dan ketika Rey sedang memperhatikan gadis tersebut secara
tidak di sangka-sangka gadis
itupun juga melihat Rey, dan Rey membalas respon tersebut dengan senyumannya,
gadis itupun memalingkan
pandangannya ke arah Rey dan tersenyum pada
Rey, dengan sedikit malu dan muka yang memerah, gadis itu memberanikan diri
untuk menghampiri Rey
dan meminta ijin untuk duduk satu meja bersama Rey, Rey pun dengan wajah yang
memerah dan sikap salah
tingkahnya mempersilahkan wanita itu untuk duduk bersamanya.
Oborolan pun di mulai oleh sang gadis, sang gadis bertanya pada Rey “Maaf ni, apa kita pernah ketemu sebelumnya,soalnya aku kaya nggak asing sama wajah kamu?”, “hah? Masa iya? Wah kayanya mukaku
pasaran banget ya? Hehe, tapi kita belum pernah ketemu kok sebelumnya” Rey
menjawab pertanyaan sang gadis dengan sedikit becanda, mendengar kata-kata rey,
sang gadispun tertawa “haha bisa
aja kamu”, kemudian
dengan kepercayaan dirinya Rey mengulurkan tangannya kepada sang gadis “oh iya
kita malah belum kenalan ya? Namaku ku Rey adinata soedibyo, 22 tahun,
dan mahasiswa yang sudah kuliah di semester akhir, panggil aja aku Rey”,
dengan malu-malu dan tersenyum sang gadis juga memperkenalkan dirinya “nama ku Sovia
Anindita Wiyono, panggil
aja sovia atau via, 23 tahun mahasiswa asal tangerang, yang juga bekerja part
time,yang
sedang liburan di yogyakarta selama satu minggu bersama teman-temanku”, “wiih....perkenalannya lebih
lengkap kamu nih dari pada aku, hehe”, “hahaha” sovia pun tertawa mendengar celetuk
Rey dan muka polos Rey yang heran. Obrolan mereka pun semakin seru dan tak terasa malam
pun semakin larut, “eh
iya nggak terasa udah malem banget ni, cafenya udah mau tutup ni kayanya, terus
kamu selama di yogya tinggal di mana?”tanya Rey, “aku nginep di hotel bareng
temen temeku, Rey, abis kan nggak ada sodara atau kerabat yang tinggal di sini”
jawab Sovia, “terus tadi kamu kesini naik apa? Nggak mungkin kan kamu dari tangerang
bawa kendaraan ke sini?” tanya Rey lagi, “aku naik andong ke sini Rey dari
hotel, ya itung-itung nikmatin suasana jogja malam hari lah, hehe” jawab Sovia,
“wah kalo gitu nanti aku anter kamu pulang ke hotel ya?” ajak Rey, dengan
terkejut senang Sovia menjawab ajakan Rey “hah, nggak usah Rey nggak usah repot-repot,
nanti aku bisa naik andong lagi, atau taxi, atau angkutan yang lainnya...”, Rey
pun memotong omongan Sovia “eh eh nggak boleh nolak, ini kan udah malem, lagian
nggak baik juga, masa aku biarin cewe cantik dan baik buat pulang ke hotel
sendirian aja, kan bahaya”, dan Sovia pun meng”iya”kan tawaran Rey “ tapi beneran nggak papa ni Rey?,
ntar aku ngerepotin kamu lagi?”, dengan tersenyum Rey menjawab dan mengajak
Sovia pulang “udah beneran deh nggak papa, nggak akan ngerepotin aku sama
skali, yaudah yuk pulang sekarang, nani aku di omelin temen-temenmu lagi
gara-gara kenalan sama aku, kamu jadi balik kemaleman terus bikin temen-temenmu
khawatir?”, dengan malu-malu Soviapun mau ikut dengan Rey untuk pulang ke hotel
tempatnya menginap “hehe , yaudah yuk kita pulang”, Rey dan Soviapun beranjak
pergi meninggalkan café tempat mereka bertemu dan berkenalan. Ketika
tiba di hotel tempat
Sovia menginap,Sovia pun turun dari motor Rey, “ehm....Via aku boleh minta
nomer kamu nggak?” tanya Rey dengan canggung, “hah? Buat apa emang Rey? Emang
penting ya?” jawab Sovia dengan muka serius, “eh....ah...hmmm.... ya ..... buat
apa ya.... buat nanti aku telpon kamu supaya kita bisa deket, eh tapi kalo
nggak boleh nggak papa beneran, kok kayannya nggak boleh ya?” jawab Rey
dengan muka yang memelas, “HAHAHA aku bercanda Rey, coba sini mana handphonemu
biar aku catet di hapemu, Sovia menjawab dengan tertawa. Reypun memberikan telpon
genggamnya kepada Sovia dan kembali berceletuk “heheh aku pikir kamu marah
beneran, udah kaget aja aku, hampir aja aku mau pergi ngebut naik motorku
hehehe”, Soviapun memberikan telpon genggam tersebut kepada Rey “itu udah aku
catet pake nama Sovia, jagan sampe ilang ya?, Rey pun menjawab dan mencoba
mengajak Sovia untuk pergi lagi bersamanya besok “oke pasti aku jaga kok, hehe,
oh iya gimana kalau besok aku ajak kamu pergi kelilng Yogya, bukan Cuma besok,
kalo kamu mau selama kamu liburan di sini pun kalo kamu mau aku ajak kamu ke
tempat-tempat seru di yogyakarta, asalkan temen-temenmu ngebolehin sih”, dengan
senyum malu Sovia menjawab “beneran?? Boleh boleh aku mau tuh, soalnya kan aku
nggak tau di mana aja tempat-tempat yang seru buat liburan di Yogyakarta, kalo
urusan temen-temenku sih mereka nggak masalah asalkan aku nggak ketinggalan pas
udah mau pulang ke tangerang hehe”, “kamu beneran mau, asik oke besok aku
jemput pagi-pagi ya nanti kita mulai perjalanan kita, oh iya ini udah malem
banget aku pamit pulang dulu ya?nggak enak lama-lama di lihat orang, jangan
lupa besok pagi aku jemput sekitar jam 6, harus siap ya? Hehe” kata Rey dengan
muka senang, “iya aku pasti siap kok, yang penting besok kamu juga jangan telat
ya? yaudah aku juga masuk ke hotel dulu ya? Bye Rey see you tommorow?” Sovia pun berjalan mundur memasuki
hotel sambil melambaikan tangan kepada Rey, dan Reypun menjawab lambaian tangan
sovia dan kemudia Rey pergi dari hotel tersebut menaiki motornya. Selama
berliburan di Yogyakarta, Sovia selalu di temani Rey untuk berjalan-jalan
ataupun sekedar makan di luar, dan tak terasa seminggu sudah berlalu dan Sovia
harus kembali ke kota asalnya yaitu Tangerang. Di hari terakhir Sovia di
Yogyakarta, Rey mengantarkan kepergian Sovia dan teman-temannya menuju Stasiun Tugu Yogyakarta. Setibanya di stasiun sebelum
berpamitan pergi Sovia
pun memeluk erat tubuh Rey tiba-tiba dan sambil menangis sovia berkata pada Rey
“aku janji aku akan
tetap terus menghubungi
kamu dari Tangerang supaya
komunikasi kita nggak terputus, i’ll be missing you Rey” Rey pun terdiam kaget dan terlintas ingatan
ketika dulu dia harus pergi meninggalkan mantan kekasihnya yaitu Tania untuk
pergi ke Yogyakarta, dan sambil memeluk Sovia Rey meyakinkan pada Sovia “aku
juga janji sama kamu kalau
ada kesempatan buat pulang
ke Jakarta, aku pasti akan
menemui kamu di
Tangerang, sekarang Via
harus semangat lagi ya nggak boleh sedih, ini bukan perpisahan selamanya, dan
aku harap ini awal dari kebersamaan kita selamanya dan aku harap aku bisa
segera ketemu kamu lagi di Yogyakarta, di Jakarta, ataupun di Tangerang, i’ll
be missing you too via, karna aku sudah merasa suka kamu saat aku pertama
melihat kamu di café itu dan mulai menyayangimu sejak kedekatan kita selama
satu minggu ini, keep contact ya kalau udah sampe di sana”, taniapun menjawab
sambil menangis “iya Rey aku juga sayang sama kamu, janji ya kamu bakal sama
aku terus, dan tetap jaga hubungan kita?”, “iya Via aku janji” jawab Rey sambil
mencium kening Sovia. Dan akhirnya, Soviapun melepaskan pelukan Rey dan
beranjak pergi memasuki gerbong kereta bersama teman temannya dan
meninggalkan Rey sambil menangis.
(TO
BE CONTINUED)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar