Rabu, 20 Februari 2013


When (Ketika)
Part. 3
Oleh: Rendy Prasetyo

     Suatu ketika saat Rey sedang makan malam di sebuah café sendirian, dia melihat seorang gadis manis di seberang meja nya yang sedang makan sendirian juga, dan ketika Rey sedang memperhatikan gadis tersebut secara tidak di sangka-sangka gadis itupun juga melihat Rey, dan Rey membalas respon tersebut dengan senyumannya, gadis itupun memalingkan pandangannya ke arah Rey dan tersenyum pada Rey, dengan sedikit malu dan muka yang memerah, gadis itu memberanikan diri untuk menghampiri Rey dan meminta ijin untuk duduk satu meja bersama Rey, Rey pun dengan wajah yang memerah dan sikap salah tingkahnya  mempersilahkan wanita itu untuk duduk bersamanya. Oborolan pun di mulai oleh sang gadis, sang gadis bertanya pada Rey “Maaf ni, apa kita  pernah ketemu sebelumnya,soalnya aku kaya nggak asing sama wajah kamu?”, “hah? Masa iya? Wah kayanya mukaku pasaran banget ya? Hehe, tapi kita belum pernah ketemu kok sebelumnya” Rey menjawab pertanyaan sang gadis dengan sedikit becanda, mendengar kata-kata rey, sang gadispun tertawa “haha bisa aja kamu”, kemudian dengan kepercayaan dirinya Rey mengulurkan tangannya kepada sang gadis “oh iya kita malah belum kenalan ya? Namaku ku Rey adinata soedibyo, 22 tahun, dan  mahasiswa yang sudah kuliah di semester akhir, panggil aja aku Rey”, dengan malu-malu dan tersenyum sang gadis juga memperkenalkan dirinya “nama ku Sovia Anindita Wiyono, panggil aja sovia atau via, 23 tahun mahasiswa asal tangerang, yang juga bekerja part time,yang sedang liburan di yogyakarta selama satu minggu bersama teman-temanku”, “wiih....perkenalannya lebih lengkap kamu nih dari pada aku, hehe”, “hahaha” sovia pun tertawa mendengar celetuk Rey dan muka polos Rey yang heran. Obrolan mereka pun semakin seru dan tak terasa malam pun semakin larut, “eh iya nggak terasa udah malem banget ni, cafenya udah mau tutup ni kayanya, terus kamu selama di yogya tinggal di mana?”tanya Rey, “aku nginep di hotel bareng temen temeku, Rey, abis kan nggak ada sodara atau kerabat yang tinggal di sini” jawab Sovia, “terus tadi kamu kesini naik apa? Nggak mungkin kan kamu dari tangerang bawa kendaraan ke sini?” tanya Rey lagi, “aku naik andong ke sini Rey dari hotel, ya itung-itung nikmatin suasana jogja malam hari lah, hehe” jawab Sovia, “wah kalo gitu nanti aku anter kamu pulang ke hotel ya?” ajak Rey, dengan terkejut senang Sovia menjawab ajakan Rey “hah, nggak usah Rey nggak usah repot-repot, nanti aku bisa naik andong lagi, atau taxi, atau angkutan yang lainnya...”, Rey pun memotong omongan Sovia “eh eh nggak boleh nolak, ini kan udah malem, lagian nggak baik juga, masa aku biarin cewe cantik dan baik buat pulang ke hotel sendirian aja, kan bahaya”, dan Sovia pun meng”iya”kan tawaran Rey “ tapi beneran nggak papa ni Rey?, ntar aku ngerepotin kamu lagi?”, dengan tersenyum Rey menjawab dan mengajak Sovia pulang “udah beneran deh nggak papa, nggak akan ngerepotin aku sama skali, yaudah yuk pulang sekarang, nani aku di omelin temen-temenmu lagi gara-gara kenalan sama aku, kamu jadi balik kemaleman terus bikin temen-temenmu khawatir?”, dengan malu-malu Soviapun mau ikut dengan Rey untuk pulang ke hotel tempatnya menginap “hehe , yaudah yuk kita pulang”, Rey dan Soviapun beranjak pergi meninggalkan café tempat mereka bertemu dan berkenalan. Ketika tiba di hotel tempat Sovia menginap,Sovia pun turun dari motor Rey, “ehm....Via aku boleh minta nomer kamu nggak?” tanya Rey dengan canggung, “hah? Buat apa emang Rey? Emang penting ya?” jawab Sovia dengan muka serius, “eh....ah...hmmm.... ya ..... buat apa ya.... buat nanti aku telpon kamu supaya kita bisa deket, eh tapi kalo nggak  boleh nggak papa beneran, kok kayannya nggak boleh ya?” jawab Rey dengan muka yang memelas, “HAHAHA aku bercanda Rey, coba sini mana handphonemu biar aku catet di hapemu, Sovia menjawab dengan tertawa. Reypun memberikan telpon genggamnya kepada Sovia dan kembali berceletuk “heheh aku pikir kamu marah beneran, udah kaget aja aku, hampir aja aku mau pergi ngebut naik motorku hehehe”, Soviapun memberikan telpon genggam tersebut kepada Rey “itu udah aku catet pake nama Sovia, jagan sampe ilang ya?, Rey pun menjawab dan mencoba mengajak Sovia untuk pergi lagi bersamanya besok “oke pasti aku jaga kok, hehe, oh iya gimana kalau besok aku ajak kamu pergi kelilng Yogya, bukan Cuma besok, kalo kamu mau selama kamu liburan di sini pun kalo kamu mau aku ajak kamu ke tempat-tempat seru di yogyakarta, asalkan temen-temenmu ngebolehin sih”, dengan senyum malu Sovia menjawab “beneran?? Boleh boleh aku mau tuh, soalnya kan aku nggak tau di mana aja tempat-tempat yang seru buat liburan di Yogyakarta, kalo urusan temen-temenku sih mereka nggak masalah asalkan aku nggak ketinggalan pas udah mau pulang ke tangerang hehe”, “kamu beneran mau, asik oke besok aku jemput pagi-pagi ya nanti kita mulai perjalanan kita, oh iya ini udah malem banget aku pamit pulang dulu ya?nggak enak lama-lama di lihat orang, jangan lupa besok pagi aku jemput sekitar jam 6, harus siap ya? Hehe” kata Rey dengan muka senang, “iya aku pasti siap kok, yang penting besok kamu juga jangan telat ya? yaudah aku juga masuk ke hotel dulu ya? Bye Rey see you tommorow?” Sovia pun berjalan mundur memasuki hotel sambil melambaikan tangan kepada Rey, dan Reypun menjawab lambaian tangan sovia dan kemudia Rey pergi dari hotel tersebut menaiki motornya. Selama berliburan di Yogyakarta, Sovia selalu di temani Rey untuk berjalan-jalan ataupun sekedar makan di luar, dan tak terasa seminggu sudah berlalu dan Sovia harus kembali ke kota asalnya yaitu Tangerang. Di hari terakhir Sovia di Yogyakarta, Rey mengantarkan kepergian Sovia dan teman-temannya menuju Stasiun Tugu Yogyakarta. Setibanya di stasiun sebelum berpamitan pergi Sovia pun memeluk erat tubuh Rey tiba-tiba dan sambil menangis sovia berkata pada Rey “aku janji aku akan tetap terus menghubungi kamu dari Tangerang supaya komunikasi kita nggak terputus, i’ll be missing you Rey” Rey pun terdiam kaget dan terlintas ingatan ketika dulu dia harus pergi meninggalkan mantan kekasihnya yaitu Tania untuk pergi ke Yogyakarta, dan sambil memeluk Sovia Rey meyakinkan pada Sovia “aku juga janji sama kamu kalau ada kesempatan buat pulang ke Jakarta, aku pasti  akan menemui kamu di Tangerang, sekarang Via harus semangat lagi ya nggak boleh sedih, ini bukan perpisahan selamanya, dan aku harap ini awal dari kebersamaan kita selamanya dan aku harap aku bisa segera ketemu kamu lagi di Yogyakarta, di Jakarta, ataupun di Tangerang, i’ll be missing you too via, karna aku sudah merasa suka kamu saat aku pertama melihat kamu di café itu dan mulai menyayangimu sejak kedekatan kita selama satu minggu ini, keep contact ya kalau udah sampe di sana”, taniapun menjawab sambil menangis “iya Rey aku juga sayang sama kamu, janji ya kamu bakal sama aku terus, dan tetap jaga hubungan kita?”, “iya Via aku janji” jawab Rey sambil mencium kening Sovia. Dan akhirnya, Soviapun melepaskan pelukan Rey dan beranjak pergi memasuki gerbong kereta bersama teman temannya  dan meninggalkan Rey sambil menangis.
(TO BE CONTINUED)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar