Rabu, 13 Februari 2013

When (Ketika)
Part. 2
Oleh: Rendy Prasetyo



       Rey dan Tania pun akhirnya berhubungan jarak jauh, layaknya hubungan jarak jauh Rey dan Tania tidak pernah terlewatkan untuk saling mengubungi melalui sms atau pun telpon agar koneksi hubungan mereka tidak terputus, dan tidak lupa juga terkadang mereka saling bertukar hadiah dan meberikan kejutan dari jarak jauh dengan mengirimnya melalui post. Ketika malam minggu tiba, tidak seperti pasangan lain yang berhubungan jarak dekat, Rey dan Tania melewatkan malam minggu mereka dengan bergiliran saling menelpon selama berjam-jam, perbincangan mereka akan berakhir sampai pada akhirnya salah satu dari mereka tertidur. Suatu ketika Rey memberitahunan sebuah kabar kepada Tania, Karena jarak yang begitu jauh, Rey menjelaskan bahwa dia hanya bisa menemui kekasihnya beberapa kali saja, hanya ketika libur panjang semester ataupun libur hari raya besar keagaman saja, Rey sempat khawatir untuk memberitahukan hal tersebut ke pada Tania, Rey khawatir kalau Tania tidak bisa menerima berita ini dan ingin segera memutuskan hubungan mereka, dengan memberanikan diri akhirnya Rey meberitahukan kabar tersebut kepada Tania, namun ternyata dugaan Rey meleceng, Tania tidak mempermasalahkan hal itu, dan dia merasa tidak masalah walau hanya bisa bertemu sekali. Seperti malam-malam minggu sebelumnya, merekapun saling berbincang melalui telpon, kali ini giliran Tania yang menelpon Rey, namun kali ini Rey terkejut, karena kali ini tania menelpon sambil menangis tersedu-sedu ”halo mas, maaf ya kalau aku nelfon mas malem-malem gini?”, Rey tidak mengerti dan bingung dengan apa yang terjadi pada kekasihnya “kamu kenapa sayang, kok nangis gitu? coba ceritain ke mas deh km lagi ada masalah apa?“, dan akhirnya Tania menjelaskan pada Rey sambil menangis “mas...jujur aku takut banget kehilangan mas, jarak kita jauh, dan kita pun jarang bisa ketemu juga kan mas? Aku taku kamu bahagia dengan orang lain di sana selain aku, aku sayang banget mas sama kamu, jangan tinggalin aku sendirian ya mas”, mendengar penjelasan dari tania, Rey pun berusaha menenangkan dan menasihati Tania “Tania ,aku paham gimana perasaan kamu, aku juga ngerasain apa yang saat ini kamu rasain, tapi percaya sama mas jarak itu bukan lah sebuah masalah, semua dapat di lalui kalau kita menanamkan  kepercayaan dan ketulusan dalam hati diri kita masing masing, mas percaya sama Tania, begitu pun kamu Tania,Tania juga harus percaya dan yakin sama kesetiaan mas di sini”. “iya mas, makasih ya mas, aku bakal jaga kepercayaan mas, dan jaga hubungan kita sampe kamu pulang ke Jakarta dan bisa menikahiku mas, aku sayang kamu mas”, dan akhirnya tania pun bisa merasa tenang setelah mendengar nasihat dan keyakinan yang Rey berikan.
 Setiap hubungan pasti terdapat sebuah ujian, apa lagi ketika hubungan itu di lalui dengan jarak jauh. Seperti ujian yang harus dilalui dalam hubungan jarak jauh, Rey dan Tania juga pernah mengalaminya seperti, saling cemburu, kesalah pahaman komunikasi, serta kecekcokan karena beberpa hal, dan yang terburukpun seperti memutuskan hubungan merekapun pernah terjadi, namun mereka tidak bisa membohongi perasaan mereka, bahwa mereka saling mencintai dan tidak ingin terpisahkan, dan akhirnya semua ujian dapat mereka lalui. Tidak di sangka hubungan jarak jauh mereka telah mereka lalui selama 1 tahun sejak kepergian Rey ke yogyakarta, dan saat ini Tania sudah masuk kuliah di salah satu politekhnik di Universitas ternama di Jakarta, wakutupun terus bejalan dan hubungan mereka pun sudah menuju tahun ke 3. Namun di tahun ketiga, dalam hubungan mereka terjadi sebuah ujian yang jauh lebih berat di bandingkan ujian sebelumnya, ujian kali ini di mulai ketika kampus Tania kedatangan seorang motivator pendidikan bernama Alvin fauzi hermawan untuk mengisi sebuah acara di kampus Tania, setelah acara selesai Tania menelpon Rey di malam harinya, “sayang, aku seneng banget hari ini, mau tau nggak kenapa?”, Rey menjawab pertanyaan Tania dengan sedikit bercanda, “hmm... mau tau nggak ya? hmm... nggak aja ah, hehe” dengan sebal tania merajuk “ahh..... mas serius ini aku !”, “HAHA, iya iya sayang, emang ada hal baik apa sih sampe-sampe ngebuat pacarku ini seneng banget??” jawab Rey sambil tertawa, dan tania menjelaskan kepada Rey “tadi siang mas di acara kampusku kedatangan motivator ganteng mas namanya Alvin fauzi hermawan, aku kagum banget mas sama  sosok Alvin, dia dewasa, tutur katanya baik, motivasinya membangun banget juga lagi mas aku jugas sempat lho ngobrol dan berkenlan sama Alvin, ternyata umurnya masih muda coba sayang, masih 23 tahun, dan di umur itu dia sudah sukses jadi orang kaya”, Rey pun mendengarkan semua cerita Tania sampai selesai, tanpa merasa cemburu dan mencoba berpikir positif, Rey percaya bahwa Tania pasti hanya sekedar kagum saja dan tidak akan mencintai Alvin. Seminggu setelah kejadian itu, Rey merasa Tania sedikit berubah dari biasanya, seperti ada yang lain dari dirinya, seperti jarang menelpon ataupun sms, selain itu Tania juga lebih sulit untuk di hubungi. Pada suatu hari Rey mencoba melihat jejaring sosial media milik Tania, tanpa di duga-duga isi dari jejaring sosial milik Tania hanya berisi obrolan panjang bersama Alvin, dan sepertinya hubungan mereka mulai semakin dekat. Dua minggu setelah kesadaran Rey bahwa ada yang aneh dengan Tania, tanpa di sangka-sangka mama Tania menelpon Rey “halo selamat malam, ini Rey ya?”, “iya ini saya Rey tante, ada apa ya?” jawab Rey, tanpa ragu mama Tania mulai mengobrol serius dengan Rey “gini Rey tante pengen ngomong serius sama kamu?”, Rey menjawab dengan perasaan bimbangnya “iya tante silahkan, ada apa ya kok sepertinya penting sekali”, “ gini Rey, sebaiknya hubungan kamu dan Tania lebih baik di selesaikan saja?” jelas mama Tania, mendengar hal itu Rey pun terkejut dan bertanya “ HAH?! Tapi tante kenapa hubungan saya bersama tania harus diakhiri?, saya sangat mencintai Tania tante, saya juga sudah bertekat, begitu saya lulus saya akan bekerja keras agar menjadi sukses dan akan segera melamar Tania”. dan mama Tania hanya menjelaskan kepada Rey “ gini Rey, Tania kan sekarang sudah kuliah, dia sudah nggak bisa lagi main-main dengan kuliahnya, Tani harus konsetrasi terhadap kuliahnya, tante dan om semalam sudah berbincang tentang ini, dan kami sepakat harus meberitahukan hal ini kepada kamu Rey, terimakasih sebelumnya semoga mimpimu bisa terwujud walaupun tidak bersama Tania”, dengan terkejut Rey menjawab “ tapi tante ....?!”, “tut... tut...tut....” namun mama Tania langsung menutup telponnya.
 Setelah orang tua Tania menelpon Rey, akhirnya Rey mempertanyakan kebenaran itu kepada Tania, dan ternyata benar, dan Tania pun pada saat itu juga terpaksa memutuskan hubunganya bersama Rey yang sudah di bangun selama 3 tahun, mendengar kepastian dari Tania, Rey merasa sangat frustasi dan terpukul akan keputusan Tania, dan Rey pun tidak bisa berbuat apapun selain hanya menyesal dan menyesal. 2 minggu berlalu setelah berakhirnya hubungan Rey dan Tania, tanpa di sengaja ketika Rey melihat di jejaring sosialnya ada laporan bahwa Tania pun telah merubah setatus hubungannya menjadi berpacaran dengan Alvin, membaca hal itu Rey merasa semakin terpukul, dan membuatnya semakin kecewa dan sedih, karena pada akhirnya Tania harus meninggalkan Rey dan impian mereka berdua harus kadas. Empat bulan sudah berlalu sejak hubungan Rey dan Tania berakhir. Selama empat bulan pula, hari-hari Rey di penuhi kesedihan dan kepedihan, karena impian yang sudah di bangun bersama orang yang ia cintai harus sirna dan di harus dikubur dalam-dalam. Setiap hari di benak Rey selalu muncul pertanyaan kenapa hubungannya bersama Tania harus berakhir, apa salah Rey hingga semua tidak berjalan seperti yang ia impikan. Tapi pada akhirnya Rey pun sadar bahwa apa yang iya pikirkan selama ini hanyalah membuang waktu dan sekarang saatnya bangkit dan menatap matahari, dan membangun dunia baru dengan orang-orang yang baru juga.
(TO BE CONTINUED)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar