Senin, 25 Februari 2013

When (Ketika)
Part. 4
Oleh: Rendy Prasetyo

       Sebulan setelah Sovia meninggalkan kota Yogyakarta, hubungan komunikasi antara Rey dan Sovia hanya melalu telpon, sms ataupun melalui jejaring social saja. Walaupun mereka baru saja bertemu dan jarak harus memisahkan mereka, hubungan Rey dan Sovia pun semakin hari semakin dekat layaknya seorang sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta. Teman teman Rey maupun Sovia mengira mereka sudah berpacaran. Namu ketika hubungan Rey dan Sovia semakin dekat, ujian pun tiba. Suatu hari ketika Rey sedang pergi ke sebuah mall, tanpa di sengaja Rey bertemu dengan Bowo,  teman satu kampusnya, yang sedang berjalan bersama dengan wanita cantik. Rey pun menyapa dan bertanya pada Bowo dengan berbisik, “wis Bowo tumben banget kamu jalan ke mal Wo? Ngapain kamu?” “nggak Rey cuma lagi mau refreshing aja sekalian beli kemeja ni buat kulah” jawab Bowo sambil menunjukan kantong belanjaan yang dia bawa, “tumben banget kamu Wo refreshing ke mall, biasanya juga main tanah di sawah, haha” ejek Reno, “sialan kamu re, di kira aku bebek kali ya?” jawab Bowo. Dengan spontan Reno bertanya dengan berbisik sambil menarik bahu Bowo “ Wo itu siapa cewe cantik di sampingmu?”, Bowopun menjawab dengan berbisik juga “oh dia itu temen sekelasku Rey banyak yang suka tu di kelasku, anak anak di kampus juga anyak yang suka, soalnya dia jutek terus cantik juga, jadi bikin cowo-cowo pada penasaran Rey, kaya kamu sekarang gini”, “BAH ! sejak kapan lo punya temen cantik kaya gini kenapa nggak kenalin ke gue ?!”  tega Freno sambil memukul kening Bowo, “hahaha oh iya sampe lupa aku kenalin ke kamu Rey”, jawab Bowo, Rey pun hanya melihat wajah bowo dengan alis mata yang menurun, “Res kenalin ni temenku satu kampus juga sama kita tapi beda jurusan” panggil Bowo, dan Bowo pun memperkenalkan temannya kepada Rey. Rey pun memperkenalkan diri lebih dulu “hey namaku Rey Adinata Soedibyo, panggil aja Rey”, “aku Reska Yunia Wicaksono, pamggil Reska aja”, Reska pun memperkenalkan dirinya juga sambil tersenyum. “Rey kita balik dulu ya? Aku harus nganter si Reska pulang dulu ni, aku juga ada janji sama temenku udah telat ni” potong Bowo dengan muka yang panik, “oke deh Wo, ati ati di jalan jagain Reska tu hehehe” canda Rey sambil menepuk pundak Bowo. setelah perkenalan itu ketika mereka mau berpisah untuk pulang, Rey lupa untuk meminta seuatu kepada Reska, dan akhirnya Rey pun berbalik memberanikan diri mengejar Bowo dan Reska yang sudah beranjak pergi, namun pengejaran Rey pun tidak sia-sia dan berhasil mengejar Bowo dan Reska. “Reska tunggu” teriak Rey dari jauh, Reska pun menegok ke arah belakang “oh kamu Rey ada apa?” tanya Reska “....... huft, gini Res aku mau minta akun Twittermu, aku lupa tadi” jawab Rey dengan  terengah-engah, “buat apa memang Rey?” tanya Reska, “hmm hmm buat saling kontakan aja sih” jawab Rey dengan terbata-bata sambil menggaruk-garuk kepala, dan Reska tanpa banyak omong memberikan akun twitternya kepada Rey, dan merekapun akhirnya berpisah. 
      Sampai di rumah, Rey langsung menyalakan komputernya dan mencari akun twitter milik Reska, “NAH ! dapet juga akhirnya !” sambut Rey dengan riang, dan akhirnya Rey mencoba dan menyapa Reska melalui twitter, dan ternyata Reska langsung merespon sapaan dari Rey, Rey merasa sangat senang walaupun respon Reska sangat “dingin”, namun tanpa menyerah Rey terus melanjutkan obrolan mereka, walaupun Reska hanya mebalas dengan singkat obrolan dari Rey, setiap hari Rey tidak lupa untuk mengirimkan pesan ke akun twitter Reska. Suatu hari Rey memberanikan diri untuk meminta nomer telpon Reska melalui twitternya, dan tanpa disangka oleh Rey, ternyata Reska memberikan nomernya kepada Rey. Setelah Rey mendapatkan nomer telpon Reska, Rey melanjutkan berbincang dengan Reska dengan menelponnya “halo, apa benar ini Reska”, tanya Rey di telpon dengan tangan yang bergetar saat menelpon Reska, “iya ini siapa ya?”, dengan semangatnya Reypun menjawab, “hey Reska ini aku Rey temennya bowo waktu itu ketemu kamu di mall”, “oh iya, kenapa ya?? “ jawab Reska dengan respon yang seperti biasa “sangat dingin dan cuek”.”nggak papa kok Res, aku Cuma mau nyapa kamu aja, skalian nanya abar kamu aja, kan lama nggak ketemu hehe” ceplos Rey, “oh, aku baik kok, eh Rey udah dulu ya? Aku lagi di kilometer 0 malioboro ni sama temen-temenku ni, udah dulu ya teponnya” jawab Reska dengan sedikit malas menerima telpon dari Rey, Rey pun dengan percaya dirinya menjawab “oke nggak papa Reska, nanti aku tel....” “tut...tut...tut” belum selesai berbicara telpon  Reypun sudah di tutup reskap. “kedinginan” dan “ke cuekan sifat Reska tidak mebuat Rey menyerah dan membuat nyali Rey “menciut”, namun malah membuat Rey semakin penasaran dan semangat untuk mendekati Reska.

(TO BE CONTINUED) 

Rabu, 20 Februari 2013


When (Ketika)
Part. 3
Oleh: Rendy Prasetyo

     Suatu ketika saat Rey sedang makan malam di sebuah café sendirian, dia melihat seorang gadis manis di seberang meja nya yang sedang makan sendirian juga, dan ketika Rey sedang memperhatikan gadis tersebut secara tidak di sangka-sangka gadis itupun juga melihat Rey, dan Rey membalas respon tersebut dengan senyumannya, gadis itupun memalingkan pandangannya ke arah Rey dan tersenyum pada Rey, dengan sedikit malu dan muka yang memerah, gadis itu memberanikan diri untuk menghampiri Rey dan meminta ijin untuk duduk satu meja bersama Rey, Rey pun dengan wajah yang memerah dan sikap salah tingkahnya  mempersilahkan wanita itu untuk duduk bersamanya. Oborolan pun di mulai oleh sang gadis, sang gadis bertanya pada Rey “Maaf ni, apa kita  pernah ketemu sebelumnya,soalnya aku kaya nggak asing sama wajah kamu?”, “hah? Masa iya? Wah kayanya mukaku pasaran banget ya? Hehe, tapi kita belum pernah ketemu kok sebelumnya” Rey menjawab pertanyaan sang gadis dengan sedikit becanda, mendengar kata-kata rey, sang gadispun tertawa “haha bisa aja kamu”, kemudian dengan kepercayaan dirinya Rey mengulurkan tangannya kepada sang gadis “oh iya kita malah belum kenalan ya? Namaku ku Rey adinata soedibyo, 22 tahun, dan  mahasiswa yang sudah kuliah di semester akhir, panggil aja aku Rey”, dengan malu-malu dan tersenyum sang gadis juga memperkenalkan dirinya “nama ku Sovia Anindita Wiyono, panggil aja sovia atau via, 23 tahun mahasiswa asal tangerang, yang juga bekerja part time,yang sedang liburan di yogyakarta selama satu minggu bersama teman-temanku”, “wiih....perkenalannya lebih lengkap kamu nih dari pada aku, hehe”, “hahaha” sovia pun tertawa mendengar celetuk Rey dan muka polos Rey yang heran. Obrolan mereka pun semakin seru dan tak terasa malam pun semakin larut, “eh iya nggak terasa udah malem banget ni, cafenya udah mau tutup ni kayanya, terus kamu selama di yogya tinggal di mana?”tanya Rey, “aku nginep di hotel bareng temen temeku, Rey, abis kan nggak ada sodara atau kerabat yang tinggal di sini” jawab Sovia, “terus tadi kamu kesini naik apa? Nggak mungkin kan kamu dari tangerang bawa kendaraan ke sini?” tanya Rey lagi, “aku naik andong ke sini Rey dari hotel, ya itung-itung nikmatin suasana jogja malam hari lah, hehe” jawab Sovia, “wah kalo gitu nanti aku anter kamu pulang ke hotel ya?” ajak Rey, dengan terkejut senang Sovia menjawab ajakan Rey “hah, nggak usah Rey nggak usah repot-repot, nanti aku bisa naik andong lagi, atau taxi, atau angkutan yang lainnya...”, Rey pun memotong omongan Sovia “eh eh nggak boleh nolak, ini kan udah malem, lagian nggak baik juga, masa aku biarin cewe cantik dan baik buat pulang ke hotel sendirian aja, kan bahaya”, dan Sovia pun meng”iya”kan tawaran Rey “ tapi beneran nggak papa ni Rey?, ntar aku ngerepotin kamu lagi?”, dengan tersenyum Rey menjawab dan mengajak Sovia pulang “udah beneran deh nggak papa, nggak akan ngerepotin aku sama skali, yaudah yuk pulang sekarang, nani aku di omelin temen-temenmu lagi gara-gara kenalan sama aku, kamu jadi balik kemaleman terus bikin temen-temenmu khawatir?”, dengan malu-malu Soviapun mau ikut dengan Rey untuk pulang ke hotel tempatnya menginap “hehe , yaudah yuk kita pulang”, Rey dan Soviapun beranjak pergi meninggalkan café tempat mereka bertemu dan berkenalan. Ketika tiba di hotel tempat Sovia menginap,Sovia pun turun dari motor Rey, “ehm....Via aku boleh minta nomer kamu nggak?” tanya Rey dengan canggung, “hah? Buat apa emang Rey? Emang penting ya?” jawab Sovia dengan muka serius, “eh....ah...hmmm.... ya ..... buat apa ya.... buat nanti aku telpon kamu supaya kita bisa deket, eh tapi kalo nggak  boleh nggak papa beneran, kok kayannya nggak boleh ya?” jawab Rey dengan muka yang memelas, “HAHAHA aku bercanda Rey, coba sini mana handphonemu biar aku catet di hapemu, Sovia menjawab dengan tertawa. Reypun memberikan telpon genggamnya kepada Sovia dan kembali berceletuk “heheh aku pikir kamu marah beneran, udah kaget aja aku, hampir aja aku mau pergi ngebut naik motorku hehehe”, Soviapun memberikan telpon genggam tersebut kepada Rey “itu udah aku catet pake nama Sovia, jagan sampe ilang ya?, Rey pun menjawab dan mencoba mengajak Sovia untuk pergi lagi bersamanya besok “oke pasti aku jaga kok, hehe, oh iya gimana kalau besok aku ajak kamu pergi kelilng Yogya, bukan Cuma besok, kalo kamu mau selama kamu liburan di sini pun kalo kamu mau aku ajak kamu ke tempat-tempat seru di yogyakarta, asalkan temen-temenmu ngebolehin sih”, dengan senyum malu Sovia menjawab “beneran?? Boleh boleh aku mau tuh, soalnya kan aku nggak tau di mana aja tempat-tempat yang seru buat liburan di Yogyakarta, kalo urusan temen-temenku sih mereka nggak masalah asalkan aku nggak ketinggalan pas udah mau pulang ke tangerang hehe”, “kamu beneran mau, asik oke besok aku jemput pagi-pagi ya nanti kita mulai perjalanan kita, oh iya ini udah malem banget aku pamit pulang dulu ya?nggak enak lama-lama di lihat orang, jangan lupa besok pagi aku jemput sekitar jam 6, harus siap ya? Hehe” kata Rey dengan muka senang, “iya aku pasti siap kok, yang penting besok kamu juga jangan telat ya? yaudah aku juga masuk ke hotel dulu ya? Bye Rey see you tommorow?” Sovia pun berjalan mundur memasuki hotel sambil melambaikan tangan kepada Rey, dan Reypun menjawab lambaian tangan sovia dan kemudia Rey pergi dari hotel tersebut menaiki motornya. Selama berliburan di Yogyakarta, Sovia selalu di temani Rey untuk berjalan-jalan ataupun sekedar makan di luar, dan tak terasa seminggu sudah berlalu dan Sovia harus kembali ke kota asalnya yaitu Tangerang. Di hari terakhir Sovia di Yogyakarta, Rey mengantarkan kepergian Sovia dan teman-temannya menuju Stasiun Tugu Yogyakarta. Setibanya di stasiun sebelum berpamitan pergi Sovia pun memeluk erat tubuh Rey tiba-tiba dan sambil menangis sovia berkata pada Rey “aku janji aku akan tetap terus menghubungi kamu dari Tangerang supaya komunikasi kita nggak terputus, i’ll be missing you Rey” Rey pun terdiam kaget dan terlintas ingatan ketika dulu dia harus pergi meninggalkan mantan kekasihnya yaitu Tania untuk pergi ke Yogyakarta, dan sambil memeluk Sovia Rey meyakinkan pada Sovia “aku juga janji sama kamu kalau ada kesempatan buat pulang ke Jakarta, aku pasti  akan menemui kamu di Tangerang, sekarang Via harus semangat lagi ya nggak boleh sedih, ini bukan perpisahan selamanya, dan aku harap ini awal dari kebersamaan kita selamanya dan aku harap aku bisa segera ketemu kamu lagi di Yogyakarta, di Jakarta, ataupun di Tangerang, i’ll be missing you too via, karna aku sudah merasa suka kamu saat aku pertama melihat kamu di café itu dan mulai menyayangimu sejak kedekatan kita selama satu minggu ini, keep contact ya kalau udah sampe di sana”, taniapun menjawab sambil menangis “iya Rey aku juga sayang sama kamu, janji ya kamu bakal sama aku terus, dan tetap jaga hubungan kita?”, “iya Via aku janji” jawab Rey sambil mencium kening Sovia. Dan akhirnya, Soviapun melepaskan pelukan Rey dan beranjak pergi memasuki gerbong kereta bersama teman temannya  dan meninggalkan Rey sambil menangis.
(TO BE CONTINUED)

Rabu, 13 Februari 2013

When (Ketika)
Part. 2
Oleh: Rendy Prasetyo



       Rey dan Tania pun akhirnya berhubungan jarak jauh, layaknya hubungan jarak jauh Rey dan Tania tidak pernah terlewatkan untuk saling mengubungi melalui sms atau pun telpon agar koneksi hubungan mereka tidak terputus, dan tidak lupa juga terkadang mereka saling bertukar hadiah dan meberikan kejutan dari jarak jauh dengan mengirimnya melalui post. Ketika malam minggu tiba, tidak seperti pasangan lain yang berhubungan jarak dekat, Rey dan Tania melewatkan malam minggu mereka dengan bergiliran saling menelpon selama berjam-jam, perbincangan mereka akan berakhir sampai pada akhirnya salah satu dari mereka tertidur. Suatu ketika Rey memberitahunan sebuah kabar kepada Tania, Karena jarak yang begitu jauh, Rey menjelaskan bahwa dia hanya bisa menemui kekasihnya beberapa kali saja, hanya ketika libur panjang semester ataupun libur hari raya besar keagaman saja, Rey sempat khawatir untuk memberitahukan hal tersebut ke pada Tania, Rey khawatir kalau Tania tidak bisa menerima berita ini dan ingin segera memutuskan hubungan mereka, dengan memberanikan diri akhirnya Rey meberitahukan kabar tersebut kepada Tania, namun ternyata dugaan Rey meleceng, Tania tidak mempermasalahkan hal itu, dan dia merasa tidak masalah walau hanya bisa bertemu sekali. Seperti malam-malam minggu sebelumnya, merekapun saling berbincang melalui telpon, kali ini giliran Tania yang menelpon Rey, namun kali ini Rey terkejut, karena kali ini tania menelpon sambil menangis tersedu-sedu ”halo mas, maaf ya kalau aku nelfon mas malem-malem gini?”, Rey tidak mengerti dan bingung dengan apa yang terjadi pada kekasihnya “kamu kenapa sayang, kok nangis gitu? coba ceritain ke mas deh km lagi ada masalah apa?“, dan akhirnya Tania menjelaskan pada Rey sambil menangis “mas...jujur aku takut banget kehilangan mas, jarak kita jauh, dan kita pun jarang bisa ketemu juga kan mas? Aku taku kamu bahagia dengan orang lain di sana selain aku, aku sayang banget mas sama kamu, jangan tinggalin aku sendirian ya mas”, mendengar penjelasan dari tania, Rey pun berusaha menenangkan dan menasihati Tania “Tania ,aku paham gimana perasaan kamu, aku juga ngerasain apa yang saat ini kamu rasain, tapi percaya sama mas jarak itu bukan lah sebuah masalah, semua dapat di lalui kalau kita menanamkan  kepercayaan dan ketulusan dalam hati diri kita masing masing, mas percaya sama Tania, begitu pun kamu Tania,Tania juga harus percaya dan yakin sama kesetiaan mas di sini”. “iya mas, makasih ya mas, aku bakal jaga kepercayaan mas, dan jaga hubungan kita sampe kamu pulang ke Jakarta dan bisa menikahiku mas, aku sayang kamu mas”, dan akhirnya tania pun bisa merasa tenang setelah mendengar nasihat dan keyakinan yang Rey berikan.
 Setiap hubungan pasti terdapat sebuah ujian, apa lagi ketika hubungan itu di lalui dengan jarak jauh. Seperti ujian yang harus dilalui dalam hubungan jarak jauh, Rey dan Tania juga pernah mengalaminya seperti, saling cemburu, kesalah pahaman komunikasi, serta kecekcokan karena beberpa hal, dan yang terburukpun seperti memutuskan hubungan merekapun pernah terjadi, namun mereka tidak bisa membohongi perasaan mereka, bahwa mereka saling mencintai dan tidak ingin terpisahkan, dan akhirnya semua ujian dapat mereka lalui. Tidak di sangka hubungan jarak jauh mereka telah mereka lalui selama 1 tahun sejak kepergian Rey ke yogyakarta, dan saat ini Tania sudah masuk kuliah di salah satu politekhnik di Universitas ternama di Jakarta, wakutupun terus bejalan dan hubungan mereka pun sudah menuju tahun ke 3. Namun di tahun ketiga, dalam hubungan mereka terjadi sebuah ujian yang jauh lebih berat di bandingkan ujian sebelumnya, ujian kali ini di mulai ketika kampus Tania kedatangan seorang motivator pendidikan bernama Alvin fauzi hermawan untuk mengisi sebuah acara di kampus Tania, setelah acara selesai Tania menelpon Rey di malam harinya, “sayang, aku seneng banget hari ini, mau tau nggak kenapa?”, Rey menjawab pertanyaan Tania dengan sedikit bercanda, “hmm... mau tau nggak ya? hmm... nggak aja ah, hehe” dengan sebal tania merajuk “ahh..... mas serius ini aku !”, “HAHA, iya iya sayang, emang ada hal baik apa sih sampe-sampe ngebuat pacarku ini seneng banget??” jawab Rey sambil tertawa, dan tania menjelaskan kepada Rey “tadi siang mas di acara kampusku kedatangan motivator ganteng mas namanya Alvin fauzi hermawan, aku kagum banget mas sama  sosok Alvin, dia dewasa, tutur katanya baik, motivasinya membangun banget juga lagi mas aku jugas sempat lho ngobrol dan berkenlan sama Alvin, ternyata umurnya masih muda coba sayang, masih 23 tahun, dan di umur itu dia sudah sukses jadi orang kaya”, Rey pun mendengarkan semua cerita Tania sampai selesai, tanpa merasa cemburu dan mencoba berpikir positif, Rey percaya bahwa Tania pasti hanya sekedar kagum saja dan tidak akan mencintai Alvin. Seminggu setelah kejadian itu, Rey merasa Tania sedikit berubah dari biasanya, seperti ada yang lain dari dirinya, seperti jarang menelpon ataupun sms, selain itu Tania juga lebih sulit untuk di hubungi. Pada suatu hari Rey mencoba melihat jejaring sosial media milik Tania, tanpa di duga-duga isi dari jejaring sosial milik Tania hanya berisi obrolan panjang bersama Alvin, dan sepertinya hubungan mereka mulai semakin dekat. Dua minggu setelah kesadaran Rey bahwa ada yang aneh dengan Tania, tanpa di sangka-sangka mama Tania menelpon Rey “halo selamat malam, ini Rey ya?”, “iya ini saya Rey tante, ada apa ya?” jawab Rey, tanpa ragu mama Tania mulai mengobrol serius dengan Rey “gini Rey tante pengen ngomong serius sama kamu?”, Rey menjawab dengan perasaan bimbangnya “iya tante silahkan, ada apa ya kok sepertinya penting sekali”, “ gini Rey, sebaiknya hubungan kamu dan Tania lebih baik di selesaikan saja?” jelas mama Tania, mendengar hal itu Rey pun terkejut dan bertanya “ HAH?! Tapi tante kenapa hubungan saya bersama tania harus diakhiri?, saya sangat mencintai Tania tante, saya juga sudah bertekat, begitu saya lulus saya akan bekerja keras agar menjadi sukses dan akan segera melamar Tania”. dan mama Tania hanya menjelaskan kepada Rey “ gini Rey, Tania kan sekarang sudah kuliah, dia sudah nggak bisa lagi main-main dengan kuliahnya, Tani harus konsetrasi terhadap kuliahnya, tante dan om semalam sudah berbincang tentang ini, dan kami sepakat harus meberitahukan hal ini kepada kamu Rey, terimakasih sebelumnya semoga mimpimu bisa terwujud walaupun tidak bersama Tania”, dengan terkejut Rey menjawab “ tapi tante ....?!”, “tut... tut...tut....” namun mama Tania langsung menutup telponnya.
 Setelah orang tua Tania menelpon Rey, akhirnya Rey mempertanyakan kebenaran itu kepada Tania, dan ternyata benar, dan Tania pun pada saat itu juga terpaksa memutuskan hubunganya bersama Rey yang sudah di bangun selama 3 tahun, mendengar kepastian dari Tania, Rey merasa sangat frustasi dan terpukul akan keputusan Tania, dan Rey pun tidak bisa berbuat apapun selain hanya menyesal dan menyesal. 2 minggu berlalu setelah berakhirnya hubungan Rey dan Tania, tanpa di sengaja ketika Rey melihat di jejaring sosialnya ada laporan bahwa Tania pun telah merubah setatus hubungannya menjadi berpacaran dengan Alvin, membaca hal itu Rey merasa semakin terpukul, dan membuatnya semakin kecewa dan sedih, karena pada akhirnya Tania harus meninggalkan Rey dan impian mereka berdua harus kadas. Empat bulan sudah berlalu sejak hubungan Rey dan Tania berakhir. Selama empat bulan pula, hari-hari Rey di penuhi kesedihan dan kepedihan, karena impian yang sudah di bangun bersama orang yang ia cintai harus sirna dan di harus dikubur dalam-dalam. Setiap hari di benak Rey selalu muncul pertanyaan kenapa hubungannya bersama Tania harus berakhir, apa salah Rey hingga semua tidak berjalan seperti yang ia impikan. Tapi pada akhirnya Rey pun sadar bahwa apa yang iya pikirkan selama ini hanyalah membuang waktu dan sekarang saatnya bangkit dan menatap matahari, dan membangun dunia baru dengan orang-orang yang baru juga.
(TO BE CONTINUED)

Minggu, 10 Februari 2013


When (Ketika)
Part. 1
Oleh: Rendy Prasetyo

Jatuh Cinta, menurut banyak orang adalah sebuah perasaan yang membuat diri seseorang dapat merasa bahagia dan seakan hidup ini tidak ingin cepat berakhir agar selalu berhiaskan kebahagian dan kesenangan, namun itu semua pendapat menurut pandangan sebagian orang di saat baru saja merasakan apa itu jatuh cinta, namun berbeda dengan persepsi seorang pria asal Jakarta yang sedang menuntut ilmu di Universitas ternama di Yogyakarta, pria tersebut bernama Rey Adinata Soedibyo atau biasa di panggil dengan nama Rey, menurutnya jatuh cinta itu adalah sebuah proses yang membingunkan dan complex, karena yang dia pikir awalnya itu irasional di dalam sebuah percintaan ternyata bisa menjadi rasional.
Kisah berawal ketika Rey harus meninggalkan kota asalnya yaitu Jakarta menuju ke Yogyakarta, guna untuk menuntut ilmu di perguruan teranama di yogyakarta, yang menurutnya perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Selain kota tercintanya, Rey juga harus meninggalkan keluargannya di Jakarta, teman dan sahabat, serta salah satunya yang berat baginya harus meninggalkan Tania Maudy Wibisono kekasih tercintanya yang berada di Bekasi, yang telah berhubungan dengan Rey selama 3 tahun. Mereka sudah menjalani hubungan yang cukup jauh selama empat tahun dari Jakarta-yogyakarta ketika Rey memilih untuk melanjutkan sekolah menengah pertamanya di yogyakarta, dan setelah kembali kejakarta guna untuk meminta ijin orang tuanya untuk kembali lagi melanjutkan pendidikan di jenjang perkuliahan di  Yogyakarta, sekarang Rey terpaksa harus berhubungan jarak jauh lagi seperti sebelumnya dengan Tania, yaitu Bekasi-Yogyakarta, jaraknya bukan hanya 50 kilometer lagi tapi lebih jauh lagi hingga ratusan kilometer ke timur. Tania harus mau melepas Rey kembali,. Kepergian Rey ke Yogyakarta adalah untuk belajar agar dapat mengejar masa depannya, dan diharapkan akan menjadi masa depan Tania juga. Karena Rey dan Tania telah berjanji, jika Rey lulus kuliah kelak, Rey berjanji akan melamar Tania untuk menjadi pasangannya sampai maut memisakan. Rey sangat mencintai Tania, Rey pun enggan kehilangan cinta Tania, karena Rey pikir Tania lah wanita terbaik dan jodoh yang tuhan kirim untuknya, begitu sebaliknya juga yang dirasakan Tania, Tania sangat mencintai Rey, kerena Tania sudah sangat merasa aman dan nyaman jika bersama Rey.
 Hari kepergian Rey pun tiba, Tania,keluarga dan sahabat-sahabat Rey pun harus melepas dan mengiringi kepergian Rey di stasiun gambir, Rey dan Tania pun saling bertatapan dengan mata yang berkaca-berkaca, dan Tania pun mengucapkan kalimat perpisahan sebelum keberangkatan Rey ke Yogyakarta. Sambil menangis Tania berkata "aku tunggu kamu kembali ke sini mas, dan menjemputku untuk membawaku hidup selamanya bersamamu, aku sayang kamu mas" ,dan Tania akhirnya tak bisa menahan kesedihannya dan memeluk erat tubuh Rey, dan Rey pun memeluk tubuh Tania yang mulai lemas. Setelah itu sambil menggenggam kedua tangan Tania, Rey mencium kening tania dan berkata "aku pasti kembali padamu, jaga cintaku padamu, dan jangan pernah menghinati janji setia kita ya tania, mas juga sayang padamu" , dan akhirnya Rey pun harus melepas genggaman erat tangan Tania, dan berpamitan pada kelurga serta sahabat-sahabatnya, dan Rey berusaha tetap tegar dan terus berjalan lurus menuju gerbong kereta yang telah menjemputnya untuk menuju ke Yogyakarta. Ketika Rey hampir memasiki gerbong kereta, dengan sedih dan air mata yang terus menetes di pipi, Tania dengan cepat berlari mengejar Rey dan sekali lagi memeluk Rey dari belakang. Rey berbalik badan dan tetap memeluk tania berkata “ Tania, mas tau Tania kuat, tania harus percaya sama mas, jangan sedih lagi ya?, mas akan tetap terus menghubungi Tania dari Yogyakarta”. Rey perlahan melepas pelukan Tania dan memegang pipi Tania dengan lembut sambil menghapus air mata yang berjatuhan di pipi Tania “mas harus pergi, Tania jaga diri ya? Mas sayang Tania” tetap memegang pipi Tania, Reypun mencium kening Tania, dan masuk kedalam gerbong kereta yang akan berangkat. Isak tangis Tania pun tidak berhenti mengiringi kepergian Rey, sampai akhirnya peluit ditiupkan, dan deru mesin menjelang meninggalkan stasiun dan Tania, keluarga serta sahabat-sahabat Rey.

( TO BE CONTINUED ).