When
(Ketika)
Part.
8
Oleh: Rendy Prasetyo
Oleh: Rendy Prasetyo
.jpg)
“Ya
Allah, kenapa sekali lagi kau berikan ujian yang berat kepada hamba Ya Allah,hamba mohon kuatkan lah hati dan
iman hamba untuk melewati ujianmu, dan berikanlah hamba jalan keluar dari
segala ujianmu Ya Allah. Sesungguhnya hanya enkaulah yang mengerti is hati
hamba , karena engkaulah yang menciotakan hamba. Ya Allah Ya Tuhanku
hilangkanlah kesedihanku dan kembalikanlah kebahagiaanku seperti sedia kala. Ya
Allah Ya Tuhamku, kabulkanlah doa hambamu yang pentuh dosa dan kesalahan ini ya
allah, amin, amin, amin, Ya Robbal’alamin”, begitulah bunyi doa yang selalu Rey
panjatkan ketika ia selesai sholat. Hari hari Rey pun terus berlanjut, namun
belum ada pintu jawaban dari doa yang selalu Rey panjatkan, namun Rey tidak
pernah lelah dan berhenti untuk terus berdoa dan berharap, Rey percaya “ Tuhan
tidak akan membiarkan umatnya untuk hidup sendiri,”, dan Rey pun terus percaya,
walaupun saat ini dia sendiri , teteap ada Tuhan yang akan selalu menemani
setiap hari dan langkahnya, dan tuhan pun pasti akan mengabulkan doa-doa yang
ia inginkan.
Rey
terus melewati hari harinya hanya seorang diri, namun Rey terus meyakinkan pada
dirinya bahwa “Tuhan tidak akan membiarkan makhluk yang ia ciptakan hidup
sendirian di dunia ini, terutama manusia, karena pada dasarnya Tuhan
menciptakan manusia sebagai makhluk sosial, dan tidak akan pernah bisa hidup
sendiri”, hingga suatu hari Rey pergi untuk menjalankan sholat jum’at di masjid
tempatnya bersekolah di sekolah SMA dulu. Selesai menjalan kan sholat jum’at
dan berdoa kepada Allah rey pun keluar dari masjid, dan tak disangka
sangka seperti sebuah pintuk terang
telah Tuhan bukakan untuk Rey di hadapannya, tak di sangka oleh Rey, dia
melihat 2 orang sedang duduk berbincang sambil bercanda riang gembira di tribun
samping lapangan sekolah SMAnya dulu. Dan sambil tersenyum lebar melihat
mereka, Rey pun mencoba melangkahkan kakinya untuk menghampiri tempat dimana 2
orang tersebut sedang duduk.
(TO
BE CONTINUED)