Senin, 29 April 2013


When (Ketika)
Part. 6
Oeh: Rendy Prasetyo

           “Ayo lah Rey cerita sama gue, sahabat lo, siapa tau dengan lo cerita ke gue, lo baka bisal jauh lebih tenang”, bujuk Tamma dengan penasaran. “gue nggak apa apa tam” jawab Rey dengan wajah memelas, “ alah jangan boong lo, gue tau lo, kita udah temenan hampir 3 tahun, kalo lo lagi mesti ada apa, nggak mungkin kalo nggak ada apa-apa”,tanya Tamma, Rey pun hanya terdian membisu tanpa kata, dengan penasaran Tamma tetap kembali bertanya pada Rey,”jangan diem aja Rey gue tau lo ada masalah, tadi aja pas gue tanya lo Cuma jawab sedikit lemes pula jawabnya, terus pas tadi di kelas ada kuis lo gue perhatiin Cuma diem lesu gitu, cerita lah ke gue?”, paksa Tamma. Dengan menarik nafas panjang akhirnya Rey pun bercerita kepada Tamma, “oke gue coba cerita sama lo tam, lo udah tau kan cerita tentang hubungan antara gue, Reska dan Sovia....?”.”iya iya gue ngerti terus terus kenpa?” potong Tamma. “bentar gue cerita dulu jangan main lo potong” balas Rey. “sorry sorry gue penasaran sih Rey, lanjut deh”, kata Tamma. Dan akhirnya Rey pun melanjutkan ceritanya kepada Tamma, “ gini Tam, gue merasa sangat bodoh dan menyesal gara-gara hubungan yang gue jslsnii antara gue, Reska, dan Sovia, secara singkatnya ketika gue sedang serius sama sovia dan ingin melanjutkan hubungan serius dengannya, gue masih merasa ragu karna jarak kita yang terlalu jauh Tam, jogja ke tangerang itu lebih jauh dari jogja ke jakarta, gue masih takut Tam hubungan jarak jauh, gue masih keinget tentang hubungan gue sama Tania yang nggak bisa berlanjut karena jarak kita Tam” jelas Rey. “terus terus gimana lagi Rey?” tanya Tama dengan wajah yang serius dan penasaran. “pernah sovia nanya soal kepastian hubungan gue dengannya , dan gue bilang gue belom siap untuk hubungan jarak jauh lagi,selain karna itu, gue juga sebenernya lagi deket sama cewe yang tinggal di jogja namanya sekar” jelas Rey. “jadi di saat lo lagi deket sama sovia lo deketin cewe lain juga gitu? Parah lo Rey”, saut Tamma dengan terkejut, Rey pun memotong tanggapan dari Tamma “ bukan gitu Tam, tapi gue d kenalin temen gue, gue lanjutin ceritanya deh, dan ketika gue melepas sovia yang benar benar sayang sama gue dan lebih memilih reska untuk gue kerjar, ternyata reska udah di milikin sama cowo lain dan pada akhirnya, gue kehilangan mereka berdua, nggak ada saru pun yang gue dapetin Tam, gue ngerasa sangat bodoh melepas seorang wanita yag tulus bener bener sayang sama gue dan malah memilih jalan yang salah untuk mengejar ketidak pastian”, kata Rey sambil memelas dan bersedih. “Rey dengan semua kejadian yang lo dapatkan, nggak seharusnya lo sedih berkelanjutan, lo masih punya kehidupan yang harus lo jalanin, kehidupan lo bukan berakir d sini seiring dengan kisah cinta lo, lo boleh sedih, kecewa, menyesal, atau apa lah itu tapi jangan sampai lo “tenggelam di dalam itu semua”, kalo lo udah tenggelam lo nggak akan bisa apa apa selain menunggu “kematian”, tegas Tama sambil menepuk pundak Rey.”maksud lo apa Tam?” tanya Rey Dengan muka yang masih memelas. “maksud gue , lo boleh sedih tapi jangan berkelanjuta, kalo lo terus terusan begini yang ada lo cuma merusak tubuh lo dan hari hari di kehidupan lo, lo haus bangkit Rey!” jawab Tamma dengan tegas. Namun Rey masih tampak memelas, “tapi gue masih sedih dan terpukul Tam” jelas Rey. Tama pun dengan serius meyakinkan Rey agar bisa bangkit kembali, “ gue tau perasaan lo pasti sakit banget saat ini, tapi percaya sama gue setiap rasa sakit pasti akan ada obatnya suatu saat nanti, kalo lo sakit dan terluka karna cinta, ya obat lo itu juga cinta Rey” tegas Tama. Rey pun hanya terdiam dan memandang mata Tamma. Dan Tamma terus melanjutkan nasihatnya, “gue yakin orang baik kaya lo pasti akan dapet wanitawanita yang baik juga Rey, tapi nggak dengan cara diem, merenung dan terus menyesal kaya gini Rey, lo harus bangkit dan berdiri, jadiin semua penyesalan lo itu menjadi pembelajaran buat lo, masih banyak yang sayang sama lo Rey contohnya, nyokap, gue, sahabat-sahabat lo, temen-temen lo, dan lainnya Rey, gue harap lo bisa pahamin ini rey”, kata Tamma sambil menepuk pundak rey lagi, dan Rey pun terlihat lembaik dengan ekspresi wajah yang tidak kaku dan lesu lagi, Tamma pun tersenyum melihat Rey mulai memahami nasihat darinya.  Melihat Rey mulai berpikir Tamma pun mengajak Rey untuk pergi, “haha muka lo lucu Rey kalo sok mikir gitu ! udah jangan di pikirn lagi kisah lo itu,nanti cepet mati lo, kalo lo mati gue ntar nggk punya temen unik nan blo’on kaya lo lagi Rey, dah yok pergi ke warung sami asih laper gue,ntar gue bayarin deh lo?”ajak Tamma sambil bercanda dan menarik Rey dari tempat duduknya. Rey pun mulai tersenyum mendengar banyolan dari Tamma dan ikut pergi bersama Tamma.

(TO BE CONTINUED)

Minggu, 07 April 2013

When (Ketika)
Part. 5
Oleh: Rendy Prasetyo

                Setelah kejadian antara Rey dan Sovia yang lalu, hari demi hari Rey lalui dengan kesedihan dan penyesalan yang mendalam, Rey selalu merasa bodoh dan selalu menyalahkan dirinya karena telah membiarkan cinta tulusnya pergi jauh dan meninggalkannya. “seandainya pada waktu itu pikiran bodoh ku tidak menguasai otakku ini, semua ini tak akan terjadi, dan mungkin saat ini Sovia sudah menjadi milikku dan menemani hari-hariku, betapa bodohnya aku, TUHAN MENGAPA SEMUA INI HARUS TERJADI PADAKU !”, begitulah kalimat yang selalu ada dalam benak Rey saat ini. Di depan sahabat-sahabatnya mungkin Rey terus menunjukan senyuman dan gelak tawanya, namun di balik itu semua Rey masih terpukul dan selalu mencoba untuk bisa mengebalikan hari-hari indahnya seperti biasa yang penuh keceriaan dan kebahagiaannya, namun Rey masih belum bisa melupakan semua kejadian yang membuatnya terpukul, Rey merasa seakan ada yang telah hilang dari dirinya.
                Karena saat ini Rey hampir memasuki semester akhir kuliahnya, walaupun keadaannya sedang tidak baik, mau tidak mau Rey tetap harus berangkat kuliah demi targetnya agar dapat lulus kuliah dalam waktu tiga tahun setengah. Suatu hari, masih dengan suasana hati yang kelam, Rey terpaksa berangkat menuju kampusnya, karen pada hari itu akan ada kuis yang sangat berpengarun dengan bagi nilai semestenya. Ketika kuis sudah di mulai, Rey hanya diam melihat ke arah kertas kuisnya dengan tatapan yang kosong, dan terlihat lesu tak bersemangat, menyadari kegelisahan Rey, teman baik Rey yaitu Tamma melihat ke arah Rey yang duduk di depan Rey dan bertanya kepada Rey dengan suara yang pelan , “Rey. Are you ok? Kenapa lo jadi diem gini sekarang? Lo ada masalah?”, namun Rey hanya terdiam sambil menulis beberapa jawaban di kertas kuisnya, tamma pun bimgumg dan hanya terdiam, lalu kembali mengerjakan kuisnya.
                Kelas pun telah berakhir, dengan sangat lesu Rey menaruh lembar jawaban miliknya di meja dosen, dan keluar meninggalkan kelasnya sendiri. Sambil berlari Tamma mengejar langkah lemas Rey  dan menepuk pundak Rey dari belakang, “kenapa lo Rey? Kok gue liat dari tadi lo diem aja nggak kaya biasanya?”, tanya Tamma sambil merangkul pundak Rey, Rey pun terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Tamma. “Kebanyakan mikir lo? Udah ikut gue sekarang” ajak Tamma sambil menarik Rey. Merekapun tiba di bangku taman kampus tempat biasa Tamma, Rey dan teman temannya berkumpul dan bercanda, serta tempat Rey bercerita tendang kisah cintanya kepada teman temannya, lalu Tamma meninggalkan Rey sebentar untuk membali minuman. Kembalinya Tamma setelah membeli minuman, Tamma kembali bertanya pada Rey sambil memberikan minuman pada Rey, “aneh lo Rey, tiba-tiba aja kok jadi berubah, lo ada masalah apa? Cerita sama gue, apa jangan jangan gara-gara si Sovia dan Reska lo jadi gini”, paksa Tamma. Mendengar nama Reska dan Sovia Reypun semakin lemas dan menundukan , meliuhat hal itu Tamma sudah merasa kalau Rey memang sedang ada masalah dalam percintaannya, “ fine ! gue udah tau sekarang apa yeng menyebabkan lo jadi aneh gini, sekarang lo cerita sama gue Rey, jangan diem aja, siapa tau bisa bantu lo, lo itu sahabat gue Rey ! ” gertak Tamma. dan akhirnya dengan lemas Rey pun bercerita kepada Tamma tentang masalah yang ia alami sehingga mmebuatnya berubah aneh seperti saat ini.

(TO BE CONTINUED)