When
(Ketika)
Part.
7
Oleh: Rendy Prasetyo
Oleh: Rendy Prasetyo

Suatu hari ketika Rey sedang
menggambar di meja halaman kampusnya, tiba-tiba Tama datang dan mengejutkan Rey
dengan memberi kabar padanya, “woy Rey !”, Tamma mengejutkan sambil berteriak.
“damn ! bikin kaget gue lo, kecoret ni gambaran gue”, protes Rey dengan wajah
kesalnya.”hahah maap maap, bencanda gue. EH lo tau pupu yang dulu gue ceritaun
kan ?!”, tanya Tamma dengan senyum lebarnya. “iya iya, gebetan lo itu kan,
kenapa emang?”, saut Rey. “lo tau, Gue baru jadian sama dia, dan tadi baru
banget gue tembak Rey”, jelas Tamma. Reypun terkejut “ Seriusdan lo?! Congrats
bro, kasian banget si puput tu, matanya kelilipan lidi sate tu pasti haha”,
canda Rey. “wah songon lo! Hahaha eh iya ayo ntar malem makan di cafe biasanya,
gue traktir, itun itung bagi bag rejeki sama lo supaya nggak jomblo lagi”, ajak
Tama sambil bercanda. “sip deh makan enak ni ntar malem gue, dah ah gue bentar
lagi masuk in, ayo kekelas”, ajak Rey sambil membereskan barang bawaannya, dan
mereka pergi menuju kelas mereka. Tak di sangka malam kerika Tamma mentraktir
Rey adalah malam terakhir bagi persahabatan mereka, suatu hari Rey mencoba
menelpon Tamma “ ayo Tam keluar pengen ngopi gue, suntuk di rumah sendirian ?”,
ajak Rey. “nggak ah Rey lagi males gue”, jawab Tamma. “kok tumben males lo Tam,
akhir akhir ini kok lo g pernah bisa nongkrong mulu Tam sama gue? Gue bikin
salah sama lo atao ada yang gue lakuin yang bikin lo beda Tam?gue minta maaf
deh? ”, tanya Rey. “ sorry Rey, gue udah nggak bisa lagi temenan sama lo Rey,
cewe gue nyuruh gue manjauh dari lo, karna lo freak Rey, kata cewe gue lo yang
ada ganggu waktu gue sama cwe gue sepenuhnya, jadi gue minta maaf Rey, mulai
saat ini selama gue masih sama puput gue g bisa lagi ketemu lagi, tut tut
tu.......” jawab Tamma dan kemudian menutup telpon dari Rey. Rey pun terkejut
mendengar kata kata-kata yang tidak disangka bisa keluar dari mulut Tamma.
Keesokan harinya di kampus, Rey berpapasan dengan Tamma yang sedang menggandeng
puput, dan rey mencoba menyapa Tamma, “Hey Tam?”. Namun Tamma tak merespon dan
pergi melewati Rey seakan mereka tidak pernah kenal sebelumnya. Hari terus
berjalan, dan sudah 3 bulan Tamma tetap berubah dan seakan tidak ingin mengenal
Rey lagi karena suruhan dari puput , yaitu kekasih baru Tamma. Rey mulai
menyadari dan berbicara dalam dirinya “ ternyata benar dinding persahabatan
seorang pria bisa berubah dan hancur ketika telah di pukul dengan pemukul besar
yaitu “harta, tahta,dan wanita”, dan walaupun Tamma sudah berubah, dia tetap
sahabat terbaikku, karena dialah aku jadi bisa bangkit ketika aku patah hati”.
(TO
BE CONTINUED)