Saat ini banyak kebudayaan-kebudayaan luar negeri yang masuk
di Indonesia salah satunya adalah olahraga ekstrim yang telah mendunia yang di
sebut dengan parkour yang biasa di singkat dengan “PK”. Mungkin banayak
sebagian anak muda yang telah mengetahui olahraga ini, olah raga yang melompat
dari tempat satu ketempat lain, gedung satu kegedung lainnya, atau melompat
melewati halangan yang tinggi atau yang mungkin tidak bisa di lewati. Di post
saya yang kedua ini saya akan menceritakan sepenggal perjalanan olahraga
ekstrim ini, jadi jika ada yang salah dalam penulisan ini tolong di maklumi dan
di benarkan, karna saya mencari dari berbagai sumber dan merangkumnya menjadi
satu.
Parkour adalah seni olahraga yang berfokus pada gerakan yang efisien untuk
melewati hambatan dan suatu bahaya, atau
gerakan yang bertujuan berpindah
dari tempat satu ketempat lainnya degan cepat , efisien, dan sigap dengan
menggunakan kemampuan badan, degan maksud membantu seseorang untuk melewati
halangan apa saja yang berupa batu, tembok beton, ranting dan batang
pohon, atau apapun dengan menggunakan
kekuatan tangan.
Parkour
berasal dari bahasa perancis yaitu “parcours de combatant” yang artinya
adalah pelatihan haling rintang untuk militer. Untuk sebutan para atlet parkour
atau praktisi adalah traceur untuk
pria, dan traceuse untukperempuan. Istilah asli hanya "tracer" tanpa 'u' tapi kata telah
berkembang dan sekarang diterima dengan menggunakan huruf 'u'. Mereka adalah
kata benda yang berasal dari kata kerja bahasa Prancis "tracer", yang biasanya berarti
" cepat, mempercepat ". Ketika ditanya baru-baru ini, David Belle
mengatakan ia lebih suka tidak menggunakan 'u' karena lebih efisien. Istilah
ini adalah nama dari kelompok parkour dipimpin oleh David Belle yang semua termasuk Stephane Vigroux.
Kembali
ke perjalanan sejarah parkour, sebenarnya pakrour sudah ada sejak jaman dahulu
pada seni beladiri timur, seperti ninjutsu
dan gong qing, dimana gerakannya
sama, yang di ajarkan berabad-abad dan dengan tujuan yang sama juga. Pada
dasarnya penemu pertama parkour adalah perwira angkatan laut pada perang dunia
pertama yaitu Georges Hébert, ia
mulai mengajarkan gerakan mendasar yang berkaitan dengan parkour selama periode
waktu, dan akhirnya pelatihan menjadi standar untuk militer Perancis. Kemudian parkour
di populerkan oleh pemuda asal perancis bernama David Belle. David terinspirasi oleh ayahnya Raymond
Belle seorang tentara perancis yang
akhirnya bergabung dengan sapeurs-pompiers
( pemadam kebakaran militer). Raymond memperkenalkan pada anaknya tentang
sebuah latihan halang rintang dan metode natural. Sejak saat itu setiap pulang
sekolah David selalu berlatih sekenario buatan dia sendiri untuk meloloskan
diri dari situasi yang sulit. Menurut David, Parkour dapat berguna sebagai
self-defense dalam keadaan terdesak . jika dalam martian art berguna untuk fight (bertarung), dalam parkour
berguna untuk fligh (kabur).
Pada
tahun 1984, pada usia 11 tahun Belle pindah ke Lisses, Perancis. Namun di usia 16 tahun David memutuskan
untuk berhenti dari sekolahnya, guna untuk meneruskan cintanya terhadap ,
keberanian, aksi, dan mengembangkan kekuatan, serta ketangkasan, agar berguna
dalam kehidupan, seperti yang ayahnya nasehatkan kepadanya. Di lisses David bertemu dengan remaja yang tertarik terhadap
seni gerak yang ia lakukan. Dari sinilah kelompok parkour “Yamakasi” yang terkenal di perancis terbentuk. Nmun karena
perbedaan pendapat antara David dan rekannya Sebastian Foucan, Yamakasi
pun terpecah, sebenarnya di tahun 2001 semua anggota harus bermain di film “Yamakasi”, namun karena david dan
sebatian telah keluar dan film tetap harus di buat, akhirnya film itu di buat
tanpa kehadiran mereka berdua. Awalnya parkour hanya terkenal di daratan eropa
saja, namun dari yamakasi David memulai
tur dunianya dengan tim barunya PAWA
dan dengan tim lamanya, dan dari sinilah awal parkour semakin mendunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar