When (Ketika)
Part. 5
Oleh: Rendy Prasetyo
Oleh: Rendy Prasetyo
Suatu hari tiba-tiba tanpa di sangka oleh Rey pada tengah malam, Sovia menelpon Rey "hallo rey”,
rey pun menjawab telpon dari Sovia “iya hallo Vi, tumben kamu nelpon malem
malem gini, biasanya kamu nggak bisa tidur, lagi ada pikiran ya?”, dengan
sedikit ragu akhirnya Sovia pun menjelaskan kepada Reno kenapa Sovia menelpon
pada tengah malam, “iya Rey, jujur aku merasa kamu mulai berbeda ....” belum
selesai bicara, omongan Reska di potong oleh Rey sambil bercanda “loh beda gima
Vi? Aku nggak berbeda kok, aku masih Rey yang dlu, aku kan belom berubah jadi
baja hitam, hehehe”, dengan nada tegas Sovia
melanjutkan omongan “ Rey aku serius ! kamu
mulai berbeda, kamu udah jarang hubungi aku, selalu sibuk kalo aku hubungi, di
jejearing socialpun juga kamu nggka pernah jawab pesan dari aku. Kamu bukan
seperti Rey aku kenal dulu, sekarang kamu seperti perlahan menjauh dari aku"
, “loh kok kamu ngomong kaya gitu Vi?, aku masih tetap sama kamu kok, aku nggak
kemana kemana” jawab Rey dengan bingung, “kl kmu tetap sama aku kenapa
akhir-akhir ini aku liat di jejarin sosialmu kamu sangat akrab dan intens
dengan wanita yang bernama Reska, siapa dia sebenarnya? Apa dia kekasihmu? Kalau
dia kekasihmu lalu aku siapamu? Apa kamu tidak menganggap hubungan kita selama
ini?” dengan berlinang air mata, dan dengan nada yang terputus-putus Sovia
mencoba menjelaskan dan bertanya kapada Rey. Dengan bingung Rey pun menyangkal “Reska
adalah teman yang di kenalkan oleh teman satu kampusku via tolong kamu percaya
sama aku, aku tidak ada apa-apa dengannya”, namun Sovia tetap tidak percaya
dengan penjelasan dari Rey, “ kalau kamu memang tidak ada hubungan spesial
sedikitpun dengan Reska kenapa kalian saling memanggil dengan sebutan sayang “prince
and princess”, sambil menangis Sovia terus memaksa Rey untuk mengakui
perbuatannya,Rey pun bingung harus bagaimana, lalu dengan nada tegas Sovia
menanyakan sebuah pertanyaan yang benar-benar membuat Rey sangat terkejut,” Rey
aku minta ke pastian siapa aku sebenarnya buat kamu? Aku taku dan nggak mau Rey
untuk kehilangan kamu, aku sayang banget sama kamu Rey, walaupun jarak yang
sangat jauh memisahkan kita, tapi aku nggak peduli sama sekali, aku minta
kepastian itu sekarang Rey”. Rey
pun semakin bingung dan frustasi jawaban apa yang harus di berikan pada Sovia,
memilih Sovia untuk menjadi kekasihnya namun dengan jarak yang sangat jauh
seperti waktu berhubungan dengan Tania atau menolak Sovia untuk menjadi
kekasihnya dan tetap mengejar Reska walaupun kepastian untuk mendapatkan nya
belum pasti,namun dengan jarak yang dekat karena sama-sana tinggal di
Yogyakarta. Rey akhirnya meminta waktu untuk menjawab pertanyaan Sovia “ aku belum bisa
jawab sekarang Vi, aku harus pikirkan ini lebih matang lagi, besok aku hubungin
kamu lagi, bye Vi, good night,Tut tut tut.....” Rey pun mengakhiri telponnya.
Keesokan harinya, Rey sudah memastikan jawaban apa yang akan di berikan ke pada
Sovia, Rey pun segera menghubungi Sovia, “Hallo Sovia , aku sudah memastikan
dengan matang tentang jawaban dari pertanyaan yang kamu kasih ke aku
kemarin....” tegas Rey, “jadi apa jawabannya Rey?” tanya Sovia dengan nada
pelan. ”demi kebaikan kita satu-sama lain sebaiknya kita untuk saat ini hanya
berteman saja, karena jujur aku masih takut dan trauma dengan kejadian sewaktu masih
bersama mantan kekasihku yang memilih pria lain di saat kami berbungan jarak
jauh”,jelas Rey dengan sedikit menyesal atas pilihannya, dan dengan berat hati
dan sambil menangis Sovia hanya
mengucapkan satu kalimat terakhir “goodbye Rey” dan Sovia menutup telpon dari Rey.
Tanpa sepengetahuan Sovia, Reypun memutuskan untuk meneruskan mengejar dan mendapatkan
hati Reska. Seminggu pun berlalu setelah Rey memutuskan untuk terus mengejar
Reska, dan ketika Rey sedang melihat jejaring sosial milik Reska, ternyata
Reska baru saja dimiliki oleh seorang pria dan merekapun menjalin hubungan dan merubas status
lajangnya menjadi berpacaran, seketika Rey menyesal dan merenung karena tidak memilih
Sovia yang jelas dan pasti tulus untuk mencintai diri Rey apa adanya. Semakin
hari penyesalan Rey pun semakin besar, dan Rey mencoba untuk menghubungi kembali Sovia,
namun usaha Rey sia-sia karena Sovia sudah benar-benar membenci Rey, sampai
akhirnya Sovia tidak lagi ingin mengangkat telpon ataupun menjawab pesan dari Rey, dan juga enggan untuk
menelpon maupun mengirim sms kepada Rey, dan Rey pun hanya bias menyesal dan menyesal karena
mengambil yang salah. Rey pun saat ini selain Menyesal atas perbuatan dan
keputusannya dia hanya bisa mengambil nilai serta pelajaran dari kejadian ini
bahwa “tak selamanya sebuah cover buku bisa mewakili isi dari buku tersebut”. Dan pada
akhirnya Rey pun tidak mendapat salah satu dari mereka.Namun perjalanan kisah cinta Rey
belum berakhir sampai disini........
(TO
BE CONTINUED)